Thursday, September 15, 2016

pelangi cahaya.









namamu siapa nak?
--pelangi. biasa dipanggil 'ren' saja oleh kawan-kawan. maksudnya, rainbow.

pelangi?
--iya, pelangi. nama itu daripada bapak dan ibu saya; hujan dan matahari.

wah, pantaslah kamu dinamakan pelangi. namamu indah, nak. seperti kamu juga, indah berjilbab labuh. Tuhan menutup segala kelemahan dan aibmu seperti pakaian dan jilbab labuh itu menutupi tubuhmu.












pelangi, kamu tahu bagaimana untuk bahagia?
--err, sepertinya saya yang harus bertanyakan itu pada makcik.













begini nak, untuk bahagia itu mudah. jika kamu jatuh cinta, jatuh cintalah pada ketidaksempurnaan, pada apa-apa atau pada siapa-siapa. pada keluargamu, pada sahabat-sahabatmu, pada bakal teman hidupmu, pada pekerjaanmu, pada hartamu, pada tulisan-tulisan yang kamu baca, pada rasa makanan yang kamu makan dan minuman yang kamu minum, pada cuaca pagi, pada suhu malam, pada semuanya yang ada pada kamu hari ini dan pada yang akan kamu temui kelak di hari besok.  
kalau hanya mencari yang sempurna, kita akan menderita seumur hidup kita. bahagia yang kita cari tidak akan kita temui kerna yang benar sempurna tidak akan ada di dunia. yang kelihatan sempurna- pada firasat dan pandangan pertama- hakikatnya langsung tidak pernah sempurna. justru, jangan menyandarkan bahagia hanya pada firasat dan pandangan pertama terhadap sesuatu. kamu bahkan akan kecewa apabila menemukan sisi yang tidak sempurna padanya. jangan pula membanding-banding kerana jalan ketidaksempurnaan pada setiap sesuatu atau seseorang adalah berbeza.
kehidupan di dunia adalah segalanya tentang ketidaksempurnaan. jika mahu mencari yang sempurna, carilah di negeri akhirat kelak. Tuhan menunggu kita untuk bertemuNya di sana.










--nasihatnya indah sekali makcik. oh ya, sebentar. mahu tuliskan semula dalam buku catatan saya. takut terlupa nanti. boleh kan? emm, boleh tahu nama makcik?  













boleh, silakan nak. nama makcik, cahaya. panggil saja makcik yaya. kalau boleh, pelangi doakan makcik supaya dapat memenuhi harapan dan tanggungjawab yang terselit dalam nama ini. menjadi penerang dalam kegelapan kepada diri sendiri dan orang lain. kamu juga, pelangi, teruslah menjadi inspirasi buat orang lain, menjadi alasan untuk mereka tersenyum ketika memandangmu.
--insyaAllah makcik yaya. doakan pelangi juga. 









Monday, September 05, 2016

menjadi seorang kau(aku).











"aku sebenarnya ingin menjadi seperti kau."  
"sebelum itu, aku bahkan mahu menjadi seperti kau." 
"heh, kenapa?" 
"aku ingin lebih menghargai diriku sendiri. aku mahu lebih gembira dengan menjadi diriku sendiri. aku ingin lebih mensyukuri apa yang Tuhan telah pasangkan pada pakaian hidupku sehingga penampilanku tampak begitu baik pada pandangan orang lain. aku mahu menjadi kau, menjadi seseorang yang teruja untuk menjadi diriku sendiri."







...









kita tidak diciptakan untuk menjadi orang lain. kita dicipta untuk menjadi diri kita sendiri. bukan orang lain yang menjalani hidup kita atau bukan kita yang menjalani hidup orang lain. tidak salah untuk bercita-cita untuk menjadi seperti orang itu, orang ini, orang begitu dan orang begini selama mereka itu orang yang baik-baik. tapi, skrip hidup setiap orang datang dengan pakej penuh. ada baiknya dan ada buruknya. yang namanya manusia, tidak ada yang seratus peratus baik kecuali para nabi dan rasul.
orang-orang lain, yang kita ingin menjadi sepertinya, kerana baiknya dia pada pandangan kita, apakah kita tetap juga mahu menjadi seperti dia jika kita mengetahui sisi buruknya? apakah kita mahu menjadi seperti dia pada versi yang buruk?
menjadilah diri sendiri dengan mentauladani hal-hal baik daripada orang lain, bukan dengan meninggalkan diri sendiri kerana mahu menjadi orang lain.

 
:) 








Saturday, August 27, 2016

transit.







there are some phases and moments in life that make you pause and reflect; moments where your life thus far flashes before your eyes- who was i? where have i come? how did i get here? and snapshots of memories flash one after the other- all the smiles, all the moments of struggle, the tears, and the hugs; the moments of joy and moments of pain all come through. this happened to me the other day as i was standing, looking outside the window; as still as i was, the world outside was shuffling and moving; everyone was in transit. and i realized at that moment as snapshots started to flash in my mind, that i was in transit too. we’re all in transit. those memories were all snippets of moments that were also just fleeting by, just moving on from one moment to the next.
and that’s the summation of our lives. we are all in transit, hustling, bustling, struggling, exhausting ourselves to make it back home, to make it back to where we came from, back to a place where we no longer will be in transit, a place of permanence, a place of eternity- a place of lasting peace- paradise. Master, please allow us to live our lives in a way that is pleasing to You, please take us in a state that is pleasing to You, and please enter us into Your paradise, please allow us to make it back home to You.