Showing posts with label quran. Show all posts
Showing posts with label quran. Show all posts

Friday, February 21, 2020

read and seek.

















dalam kondisi apa pun kita berada sekarang, sama ada sedang panas atau gerimis, akan sentiasa ada soalan yang perlu kita selesaikan. hal pertama yang perlu kita telitikan adalah soalan itu sendiri. memahami soalan adalah kunci untuk menyelesaikannya.
di dunia akhir zaman ini, soalan-soalan akan semakin banyak, datang entah dari mana saja. fokuslah kepada soalan-soalan yang matang dan bijaksana sahaja, soalan yang dengan berusaha menyelesaikannya kita akan belajar sesuatu. kita tidak punya banyak waktu untuk menjustifikasi mengapa warna putih itu putih atau warna hitam itu hitam.















Sunday, June 17, 2018

epiphanies.






"uwais, sudah mandi ka?"
"belum. mana si memeng pacik?"
"ndak tau. di bawak kolong kali. biar la dia main. uwais pigi dulu mandi."
"sekejap."
"sekarang."
"pacik sudah mengaji ka?"
"baru mau mengaji. mandi dulu ba uwais."
"nanti sekejap. mana atok?"
"masih di masjid kali. sini palek duduk sama pacik."
"ok."



"uwais tau ka?"
"apa?"
"ini apa?"
"akuan."
"pandai."
"bila pacik balik?"
"lama lagi. uwais tau ka apa maksud qur'an?"
"ndak tau."
"qur'an ni perkataan arab. terbit dari tiga huruf dasar, qaf, ra dan hamzah. salah satu maksud daripada gabungan tiga huruf ni, perkataan qara'a, ialah 'mengumpulkan atau mencantumkan sesuatu, bahagian demi bahagian'. ada lagi maksud lain yang merujuk khusus kepada 'baca' atau perbuatan 'membaca'."
"emm."



"uwais tau ka?"
"apa?"
"apa dalam qur'an?"
"kertas la."
"pandai."
"nanti pacik pigi jalan ka?"
"ndak tau lagi. kenapa?"
"ikut ba."
"uwais mau pigi mana?"
"pigi mana-mana jak la."
"tapi, macammana mau ikut, uwais belum mandi."
"pacik sudah mandi ka?"
"sudah. uwais jak belum."
"emm. sekejap palek." unzip the qu'ran and randomly flipping through pages.



"uwais tau ka?"
"apa?"
"emm. i think you can handle this. dalam qur'an, Allah banyak bercerita tentang Dzat-Nya supaya kita lebih kenal Allah dan seterusnya memperbaiki hubungan kita dengan Allah. kadang Allah menyatakan sesuatu secara langsung kepada kita, dan kadang Allah letakkan perumpamaan sebagai analogi yang membawa maksud yang sangat, sangat dalam. ayat qur'an begini menghadiahkan hikmah yang sangat besar untuk orang-orang yang mahu merenunginya. hikmah yang akan mengajar kita bagaimana untuk memandang dan berurusan dengan realiti hidup dan memahami fisikologi semulajadi manusia. kadang Allah ceritakan kisah dan kejadian para nabi  dan kaum terdahulu, untuk menjemput kita menggali setiap perincian dan merumus keluar mesej-mesej praktikal. setiap naratif memberi nuansa pandangan yang berbeza, bergantung kepada kepelbagaian pengalaman lepas dalam hidup kita dan sedalam mana kita menenggelamkan renungan. aduh, macam panjang betul sudah ni, uwais. padahal belum habis lagi."
"Allahumma barikhlana.." suddenly recites before-eating prayer while pointing to random ayah.
"amin.."



"meow."
"meow?"
"tu na si memeng." pointing to an orange-white furly female cat walking out from the front door.
"meow."
"meow."
"meow."
"meow."
"uwais pigi la main sekejap sama si memeng. tapi panggil dulu abang emi dengan kak lia. tasmik bilang. abang muaz jugak panggil sekali pigi sini."
"meow." grabbed memeng but then quickly released her back as memeng bite his finger, in a pamper way, of course. memeng bite a lot, maybe it is her affectionate nature.
"tu la, uwais belum mandi, ndak sukak si memeng." implying logic to a five years old.
"ndak la. si memeng lapar ba ni." and he strikes back with a proper logic.









___
*no, i'm not good in tilawah(my tajweed is a disaster) or in memorizing an ayah let alone an entire surah. but, i love, like really really really love, listening to them reciting confidently qur'an ayahs they memorized while i do the checking on the mushaf for them, just in case if they mislead somewhere. may Allah protect you all, sweethearts. Alhamdulillah. :')

Wednesday, June 28, 2017

ad-dhuha; three.



the third ayah of surah ad-dhuha start with;
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ 
the word ما in arabic was used when you want to correct somebody. when you say 'no' to something they said, and you want to correct them. meanwhile, ودع in arabic was used in describing the inside pit of death. a grave side was called ودع. if they build wall around someone's grave and never goes inside it, like a tomb area, they build wall around it and they just never go into it again, this is also called ودع. similarly, ودع was used for as an expression of saying goodbye. meaning something you never come back to. like this gonna be walled off, you never come back to it. this inside pit of death, nobody gonna know what is in there, its gonna be left alone. 
Allah did not abandoned you, Allah did not leave you alone, don't get that wrong. thats the idea of مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ. 
this is for the beloved rasulullah saw, but understand it even for ourselves. there are time where we feel the intensity of iman. there are time where it is easy for tears to rolled down your eyes, for you to feel like you've repented before Allah and you feel a closeness to Him in sajadah, you just don't want to get your head from sajadah. there are time you're standing in prayer and you have an experience that only you know, nobody else except Allah knows. there are those experiences. 
there are time in which you're crying before Allah, confessing before Allah, admitting your fault before Allah, and some of those are the most beautiful moment of your life. and when those moment go away, and maybe sometimes you wander off, and you go so far from that closeness to Allah. and you're done in a place, you're so far from that place now, like.. "man, i wish i can ever feel that again, i used to be good person. i used to be close to Allah, i can barely remember how that felt like but i'm in the dark now. there's no way that.. thats ever gonna come back, i've made so many mistake." 
in this ayah or this surah, Allah is addressing the messenger saw that he, rasulullah saw, is assuming he made a mistake. he doesn't know what it is, of course he didn't made mistake. but in our case, we know what mistake we've made. we know the mishap we've done. there are time we are close to Allah and our heart are touched by the quran. but then we gonna feel like just night(darkness).. and the night just wont end, we're going to feel that way. we know what we've done that harden our hearts and got away from Allah. but even to us Allah azza wa jalla is giving hope. 
the correction comes to everyone of us and its first and foremost comes to the messenger of Allah (saw), the most worthy of it, and that is مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ. 
and then Allah swt add;
وَمَا قَلَى  
dig into this word, another interesting arabic word, قلى. basically they used to called it as a kind of an acid. or its like a detergent. detergent back in the days was used to rub and scrub the clothes but when you're done with it, what you do with the detergent? you wanna washed it off and get rid of it, let it disappear, its not something valued once you've done using it. thats the original image associate with the word قلى something you use, and when its usefulness is done you get rid of it and it is worthless to you, it has no meaning to you anymore. the idea that you have someone very close, but now you want to get rid of them, you want to throw them out. قلى also used in the act of frying something, when there is an unwanted leftover, so you just throw them. 
there are two side of it, Allah is upset, Allah say farewell and Allah see you worthless and therefore He is disappointed with you and you're not worthy to Him anymore. this are the feeling that the believer can get towards Allah. "Allah think i'm worthless, Allah think i have no good left in me." people around you can make you feel that way and you start taking opinion of people and start projecting maybe that is the opinion of Allah on you also. that's the very common mistake we made. and that is something that highlighted in this ayah.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى
--Allah did not abandoned you nor He is upset.

___
extracted from the 'ramadhan with quran' series by ustaz nouman at bayyinah tv. full lecture on the entire surah can be watched here; ad-dhuha. beautiful surah indeed. basically, i just write down what's being said in the lecture and i think i skipped/missed some point. sorry for that and sorry for grammar yang berterabur. tak reti nak repair.

Sunday, April 30, 2017

je ne sais quoi.




rooftop.

beg galas di belakang, dilepaskan sebelah bahu.
dibawa ke hadapan.

keluarkan kamera.
keluakan lens.

"ini wide angle lens. focal length pendek atau kecil. kau tau guna untuk apa?" 
"untuk photo yang frame dia lebih wider kan?" 
"ha, betul.." 
"nama pun 'wide angle'.. obvious laa.."

cantumkan lens dan kamera.
buka lens cover.

set shutter speed.
set iso.
set aperture.

"do you realize this.. bila kita pandang dunia atau kehidupan dari frame yang lebih luas, wider and farther, lebih jauh, barulah kita faham kenapa setiap sesuatu ada di tempatnya masing-masing. pokok, sungai, laut dan bukit. macammana setiap mereka saling berhubungan, menjalankan peranannya masing-masing untuk melengkapkan sebuah sebuah pemandangan bernuansa damai dan indah. ini tidak kelihatan jika kita cuma berdiri melihat dunia di hadapan sebatang pohon." 
"nah, begitu dalam kehidupan, kita perlu melihat setiap apa yang datang ke dalam hidup kita sebagai satu identiti khusus yang memiliki peranannya yang tersendiri. mungkin itu ujian tertentu, atau manusia-manusia yang kita temui, juga kejayaan atau kegagalan dan sebagainya. semua sebenarnya saling berhubung untuk membentuk sebuah lukisan atau perjalanan takdir yang tersusun cantik setiap letaknya perkara-perkara tersebut."


angkat kamera paras muka.
dua tiga kali bunyi snap.

turunkan kamera.
buka lens.

ambil beg galas.
masukkan lens.

keluarkan lens lain.


"ok. yang ini apa?" 
"just another lens?" 
"haha. begini.. setiap sesuatu memiliki keindahan dan keunikan dengan caranya sendiri. indah dengan keindahannya yang sendiri. hal-hal biasa, kecil dan sepele akan kita lebih hargai jika kita tahu nilainya, keindahannya. cuma, tidak semua kelihatan dengan magnifikasi pandangan atau penglihatan berskala sifar. ia perlu kepada perkalian magnifikasi. perlu kepada perhatian dan penelitian. semacam uniknya struktur pola corak bunga atau rekahan pada sayap pepatung yang kita tangkap dalam mode close-up guna lens ni, macro lens." 
"ouh.." 
"your turn." 
"manusia memiliki fitrah, bila  terpandang atau merasakan sesuatu itu indah, mereka ingin menyampaikan pujian. dan mahu berterima kasih. kan? tapi, kepada siapa? seperti kita berterima kasih bila diberikan hadiah daripada orang lain. terima kasih kita adalah atas hadiah itu. nah, kepada siapa pula kita mahu berterima kasih atas orang yang memberikan hadiah itu? so, fitrah dibekalkan kepada manusia sebagai jalan untuk manusia sentiasa pulang kepada Tuhan."


angkat kamera paras muka.
dua tiga kali bunyi snap.

turunkan kamera.
buka lens.

ambil beg galas.
masukkan lens.

tangan masuk ke kocek seluar.
keluarkan phone.

turn on skrin.
buka lock pattern.

sebelah app camera ada app quran.

"you know what, dua konsep tadi tu asalnya aku dapat daripada quran study." 
"quran?" 
"yup. i mean, from literary point of view, ada dua cara we can look into the quran. first, macam guna wide angle lens. looking from afar, in a bigger picture, look how every ayah within a surah interconnected with each other. secondly, by the 'close up' or 'zoom in' concept, to look deeper into a single kalimah or word, dig into its root meaning, and how precise it was chosen for that particular place in an ayah. and thats how you will be awed in silence by the divine speech." 
"that's cool."
"ya, sejuk jugak atas ni."


sambung tengok pemandangan.




Tuesday, June 28, 2016

immersed.









itulah kita manusia
sentiasa ter-__

ter-buat dosa
ter-tidak bersyukur
ter-angkuh sombong 

ter-lupa Tuhan.

haha
lupa pun ada ter-
lupa yang ter-lupa
lupa yang di(tidak)sengajakan? 

...

dalam surah lima puluh lima, ar-rahman
Allah ulang ayat ini;

"maka, nikmat Tuhanmu yang manakah kamu dustakan?"

bukan sekali
bukan dua kali
bukan lima kali
bukan sepuluh kali
bukan dua puluh kali

tapi, diulang tiga puluh satu kali.

tadabbur analoginya, kalau sekali kita ter-lepas pandang, ter-tutup mata dan ter-abai satu nikmat, lalu kerana ter-__ itu, membawa kita kepada ter-__ yang lainnya, maka, ada tiga puluh kali lagi atau ada tiga puluh nikmat lain untuk terus dan terus kita diperingatkan.

...

eh kejap,
belum selesai lagi.
tengok dalam surah enam belas, an-nahl, ayat lapan belas;

"dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tiadalah kamu akan dapat menghitungnya.."

ha, nampak kan?
sayang tak sayangnya, peduli tak pedulinya Allah kepada kita.

:)


Thursday, August 06, 2015

malu pun tak boleh pi mana.




petang bakda asar dua hari lepas, maahad didatangi oleh seorang pak cik tua, rambutnya sudah ada yang putih, dengan motor kapcai yang agak lusuh. masa itu, aku dan ustaz hairi sedang reverse kereta mahu keluar. pak cik tua ini nampak sedang mencari cari seseorang, menjenguk jenguk di luar pagar. kami turun dari kereta dan bertemu dengan beliau. sambil menghulurkan salam, aku bertanya,

"ya pak cik, ada nak jumpa orang ke?" 
"saya nak tanya la, kat sini ada kelas belajaq al-quran tak? untuk orang dewasa? err, saya la tu yang nak belajaq."


perbualan kami diteruskan oleh ustaz hairi. pak cik ini bercakap dengan loghat utara utagha. pekat sungguh. aku tak reti nak tulis dalam loghat utagha, so anda bayangkanlah dialog dia ni dalam loghat utagha ya.

"setakat ini belum ada lagi pak cik. ada kelas untuk budak budak pelajar je. tapi kalau ada permintaan, kami boleh aturkan." 
"macamni, saya ni dah lama cari tempat nak belajaq al-quran. saya kerja bawa bas. dari pulau pinang ke larkin(johor bahru) ke singapore setiap hari. biasanya dua hari sekali saya sampai larkin saya akan rehat dari pukul 11 pagi sampai 8 malam. masa tu memang saya free. jadi, daripada tak buat apa-apa, baik saya cari tempat belajaq al-quran." 
"oh.. dah berapa lama bawa bas pak cik? larkin tinggal kat mana?" 
"dah 12 tahun. ulang alik pulau pinang ke larkin ke singapore. kalau kat larkin saya singgah je kat mana mana masjid. motor ada boleh pusing pusing. rumah saya kat pulau pinang. kalau balik pulau pinang takdak masa, ye la dengan family, kena pi pasaq, pi sana, pi sini. memang takdak masa. saya ni pun dah semakin tua, masih lagi tak reti baca al-quran. biasanya kalau kat masjid saya ambil muqaddam lepas tu cari mana mana tempat tersembunyi belajaq sendiri. malu kat orang. kadang kadang saya tulis sendiri alif ba ta dalam kertas. tapi bila fikir fikir balik, tak boleh macamni.. malu pun tak boleh pi mana.." 
"betul pak cik.." 
"sebenaqnya ada ramai ja orang yang masih tak reti baca al-quran. yang tua tua macam saya pun ramai. tapi semua malu nak belajaq. itulah, malu pun nak buat apa kan.. sampai bila nak malu, tak boleh pi mana lah.. malu dengan Tuhan tak pa, malu dengan manusia tak pi mana lah.. jadi, saya ingat nak datang belajaq waktu tengahari. boleh tak ustaz?"
"betul tu pak cik. boleh je. ok macam ni la, pak cik ambil nombor tepon saya. saya pun ambil nombor tepon pak cik. nanti, bila pak cik free boleh datang sini. esok atau lusa pun boleh."

lepas tu ustaz hairi dan pak cik tu bertukaq nombor telefon. aku memandang pak cik ini dengan penuh kekaguman. dia orang biasa biasa yang luar biasa dan pasti disayangi Tuhan. aku setuju dengan setiap kata katanya. banyak hal hal kebaikan yang kita tangguh hanya kerana malu dengan orang. tapi, akan ke mana kita dengan sikap malu itu? cukuplah malu dengan Tuhan dengan dosa dosa kita..


______________________________________________
maaflah, kadang tulis guna gantinama 'aku'. kadang guna 'saya'. ikut mood tulisan. huhu.

Saturday, June 27, 2015

tenth.





bercerita tentang ramadhan tidak akan lengkap jika tidak diselitkan cerita tentang al-quran. seperti bercerita tentang buka puasa tapi tiada cerita kurma berbisik 'yusoof taiyubb..'. seperti bercerita tentang tarawih tapi tiada cerita bilal yang bersemangat mengalunkan 'subhana malikil ma'bud..' seperti bercerita tentang sahur tapi tiada cerita tentang muka muka separa sedar antara mimpi dan realiti. seperti cerita tentang bazar ramadhan tapi tiada cerita tentang karipap inti oksigen.

jadi cerita hari ini adalah cerita tentang ramadhan dan al-quran. tentang ramadhan yang sudah sampai hari ke-sepuluh dan tentang orang orang yang membaca al-quran.

"bulan ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan al-quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)..." [al-baqarah; 185]



mungkin sudah ada yang habis khatam tiga puluh juzuk selama sepuluh kali berturut turut. yang membaca sehari tiga puluh juzuk habis sendirian. ini biasa untuk para hafiz quran. atau mungkin mereka yang ada dalam kumpulan odoj (atau odoq lebih tepat) yang mensasarkan sehari habiskan satu quran. katakan dalam kumpulan odoq ini ada tiga puluh orang semuanya. jadi, pembahagiannya sehari satu orang cuma perlu habiskan satu juzuk. bila dikumpulkan maka lengkaplah tiga puluh juzuk. matematiknya begitu. dan sepanjang sepuluh hari ini, mereka istiqamah khatamkan ql-quran sepuluh kali. make sense kan.

mungkin ada yang sudah selesai habiskan sepuluh juzuk daripada al-quran. yang mudahnya, mereka membaca satu juzuk setiap hari. mereka istiqamah dari hari pertama ramadhan. maka, hari ke-sepuluh adalah juzuk ke-sepuluh. atau mungkin mereka yang ada dalam kumpulan odoj, yang meletakan sehari satu juzuk sebagai target. katakan dalam kumpulan itu ada dua puluh orang. satu juzuk al-quran ada dua puluh muka kecuali juzuk pertama yang ada dua puluh satu muka dan juzuk tigapuluh yang ada 23 muka. jika setiap seorang istiqamah membaca satu muka sehari, bila dikumpulkan dua puluh muka atau satu juzuk sehari itu mudah. hari ke-sepuluh bermakna kumpulan mereka akan menyelesaikan bacaan dua ratus satu muka  al-quran yakni bersamaan dengan sepuluh juzuk. matematiknya begitu.

mungkin ada yang mampu menghabiskan sepuluh muka sejak hari pertama ramadhan dengan bersendirian dengan bimbingan kawannya. sehari semuka secara istiqamah akan menyampaikan mereka ke lembaran sepuluh yang di mulakan dengan ayat ke- enam puluh dua dan di akhiri dengan ayat ke- enam puluh sembilan daripada surah kedua, al-baqarah.

mungkin ada yang berjaya menghabiskan satu surah ad-dhuhaa yang ada sebelas ayat semuanya dengan sendirian tanpa dibantu orang lain. matematiknya ialah, sehari mereka mencuba sekurang-kurangnya satu ayat. dari satu ayat ke satu ayat mereka istiqamah. 

mungkin ada yang sudah mampu membaca ayat pertama dan kedua surah al-fatihah dengan lancar tanpa tersekat sekat. ada sembilan kalimah semuanya dalam dua ayat ini. sepuluh hari ini mereka istiqamah untuk melengkapkan gabungan lima kalimah dalam ayat pertama dan empat kalimah dalam ayat kedua.

atau mungkin ada yang sudah mampu mengingati dan mengecam dengan baik sepuluh huruf huruf pertama al-quran mengikut turutan daripada alif sehingga rho.

barangsiapa yang membaca satu huruf di dalam al-quran, maka baginya satu kebaikan. dan setiap kebaikan akan berganda sehingga 10 kebaikan. aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf {الـم}, akan tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf dan mim itu satu huruf.” [riwayat at-tirmidhi]



nah begitulah ceritanya. jadi, walau di mana pun kedudukan anda, jangan berhenti. istiqamahlah. kita adalah orang orang beruntung untuk mampu berdampingan dengan al-quran sepanjang ramadhan ini. jika ada rasa rasa mahu kehilangan istiqamah ini, fikirkan bahwa ada orang lain yang sedang berusaha gigih untuk mampu menjadi seperti kita.

sudah tentu al-quran bukan cuma untuk dibaca habis berulang kali. ia perlu ditadabbur dan difahami kerana ia adalah manual hidup untuk manusia. tapi, ini boleh jadi bantu lompat untuk ke tahap seterusnya kan. so, #kipidap and  #dongibab!



___________________________________
 odoj= one day one juz
odoq= one day one quran
* kalau boleh, biarlah masa berlalu perlahan sepanjang ramadhan untuk menikmati setiap detik keberkahannya. tapi, kalau boleh jugak, harap harap masa berlalu cepat sebab ndak sabar mau balik tawau. macammana tu?