Monday, December 5, 2016

tidak ada johor bahru hari ini.







tidak ada johor bahru hari ini.
tidak ada johor bahru kemarin.
aku di sini, sendiri tapi tidak sendiri. Tuhan menjagaku.
semua orang adalah diri mereka sendiri apabila mereka berpikir sebaliknya. 
bakda subuh di kamar tidurku.
kupeluk tubuh sendiri.
dan helaian kitab- kau tak ingin aku
mematikan mata lampu.
jendela terbuka
dan masa lampau memasukiku sebagai angin.
meriang. meriang. aku meriang.
dosa yang panas di kening. dosa yang dingin dikenang.  


hari ini adalah untuk belajar. kemarin adalah pengalaman. besok adalah ketidaktahuan(harapan). aku tidak pernah sendiri bahkan ketika menulis puisi ini. semuanya adalah kata yang hidup dalam harapan(ketidaktahuan). 
seperti puisi, doa bermula daripada keterbatasan manusia. masa-masa lepas dan negeri jauh yang tidak mampu digapai. jatuh dan patah. foto-foto hitam putih. hati gelisah. pikiran berselerak. di balik jendela, langit sedang mendung.


Tuhan mengetahui semuanya. termasuk doa yang diselit kemas-kemas dalam puisi. setiap puisi(doa) pasti akan dijawab Tuhan. jika tidak kemarin, hari ini. jika tidak hari ini, besok. maka, jangan. jangan pernah berhenti menulis puisi(berdoa).

[diubahtulis; 070816 | kota sejarah. dibaca semula; 051216 | pulau helang.]

No comments:

Post a Comment