Tuesday, August 07, 2018

writing backwards.







kau tidak membaca tulisanku.




















ada kata yang salah pada ayat itu dan ada dua jenis manusia di dunia ini. yang pertama, yang untuk memperbetulkan ayat itu, dipadam kata demi kata daripada penghujung ayat sehingga sampai kepada kata yang salah. kemudian menuliskan pula semula semua kata yang terpadam. mungkin tidak cuma dalam memperbetulkan hal tulisan, malah, banyak perkara dalam hidup juga diperlakukan sebegitu. seluruh yang sudah sedia tepat di posisinya dipadam untuk memperbetulkan kesalahan, yang sedikit.

kau tidak membaca tulisanku.
kau tidak membaca
kau tidak
kau


manakala yang kedua, cukup memadam kata yang salah dan menuliskan kata yang tepat di situ. kerana, untuk apa merumitkan kesalahan yang boleh diselesaikan dengan mudah? dalam banyak hal, penyelesaian terbaik adalah yang paling ringkas tanpa perlu mengubah apa-apa yang sudah sedia tepat peranan dan maknanya.


kau        membaca tulisanku.
































oh ya, ini kata yang tepat; sedang.










Tuesday, July 31, 2018

amplop berisi pikiran dan perasaan julayv.



bismillah. 

assalamualaikum.
pada pikiran setiap orang, ada banyak  hal yang tidak terkatakan atau tertuliskan kerana vokabulari yang terbatas. kamus yang ada di dunia hanya berguna jika ada perkataan yang orang-orang tahu ejaan dan sebutannya, kemudian mereka ingin mengetahui apa makna dan bagaimana ia terpakai untuk membentuk ayat. tapi, masih tidak ada kamus yang berfungsi dengan tujuan yang terbalik dari itu. ketika ada hal yang tidak tahu bagaimana untuk diperkatakan, orang-orang akan menulis puisi sebagai jalan pintas menerangkan sesuatu yang masih abstrak di pikiran mereka. well, less is more.. kemudian jika masih tersesat ke arah makna itu, orang-orang akan melukis atau mengangkat kamera menggambar apa saja sebagai ganti perkataan. yeah, a picture speaks a thousand words.. tapi, ada yang berusaha untuk tetap sabar dan tabah. berjalan ke sana ke mari membuka helaian demi helaian dan meneliti huruf demi huruf sehingga ia bertemu perkataan dan ayat paling sesuai untuk menerangkan pikirannya tanpa perlu kepada puisi atau foto. ah, maaf. sebenarnya tidak begitu. mereka ini cuma tidak berbakat berpuisi apa lagi hebat melukis jauh sekali handal bermain kamera. ya, aku antaranya. so, if you would, please bear with me.


































































































___
*dear writer(s), poet(s) and photographers(s) who somehow happen to read/hear this, i'm sorry. you guys are all great and talented with your burning passions, my source of inspirations. but, i just need to write something random here. so, pardon me, okay?

Tuesday, July 17, 2018

everyone.






"welcome to subway." 
"hi."

bandara, ah, maksudku lapangan terbang adalah tempat percuma untuk membaca novel yang terbuka dalam dimensi realiti, tempat yang penuh babak dan drama. semua orang adalah watak yang sedang menjalani plot masing-masing. dan aku sedang membina narasi peribadi untuk setiap kisah yang sedang menuliskan dirinya sendiri di sekitarku.

"bread?"
"honey oat, please." 
"foot long or half?" 
"half." 

tidak perlu ke hutan atau ambil peduli tentang berita ramalan cuaca esok hari. kerana, selain rumah sakit dan tapak perkuburan, lapangan terbang juga adalah tempat percuma untuk menyaksikan pemandangan air terjun yang mengalir jernih dan jatuhan hujan yang tidak tertahan, bila-bila pun waktunya.

"menu?"
"chicken teriyaki, please."

ada dua jenis air mata yang mengalir di sini. dingin dan hangat. tidak perlu diukur suhunya dengan termometer. aku tidak selalu meminta untuk memaknakan tulisan-tulisanku secara literal.

"anything else to add on?"
"no."
"extra cheese?"
"sure."

air mata yang mendinginkan hati,  yang menyejukkan jiwa, yang menyenangkan perasaan mengalir daripada mata air kebahagiaan. seperti di balai ketibaan, ada seorang ibu yang gembira menyambut anak lelakinya yang sudah dewasa pulang setelah sekian lama, atau ayah, seorang askar, yang bertemu bayi kecilnya aman tidur di dukungan. rasa rindu, cinta dan sayang teradun dalam cairan jernih yang mengalir pada pipi yang kering itu. membasahi. mata yang sedang dingin.

"vegetables topping?" 
"tomatoes, cucumbers and lettuces, please."
"that's all?"
"yup."

sedangkan air mata yang hangat, yang sedikit menyesakkan dada mengalir daripada mata air kesedihan. seperti seorang gadis yang melambai ke arah keluarganya di gerbang masuk balai perlepasan untuk meneruskan petualangan jauh di rantau orang, atau sepasang suami isteri yang baru bernikah tiga hari lepas kini harus berpisah berjarak kerana komitmen kerjaya. ada rasa takut mungkin. ada rasa kecewa barangakali, ada rasa takut agaknya pada cairan yang mengalir tanpa bau itu, tidak wangi untuk disebut haruman, tidak busuk untuk dikatakan najis. polos. itulah mata yang sedang dalam kehangatan.

"sauces?"
"honey mustard, bbq, chili and thousand island, please." 
"else?"
"that's it." 

oh ya, hampir setiap hari mataku juga panas kehangatan. ah, tidak. aku tidak menangis setiap hari. tidak ada air yang mengalir keluar. cuma, aku kan selalu ada di tapak pembinaan yang malar terik dan penuh debu. itu menyesakkan mata. tapi setelah selesai di sana, aku akan pulang ke pejabat yang alhamdulillah terlindung dan berhawa dingin. nah, di sini mata ini kembali sejuk dan berada dalam kedinginan.

"want to make it a meal?"
"yes, please."
"cookies or chips?"
"i'll take cookies." 
"so, the cookies? they can be mixed." 
"chocolate chip and oatmeal raisin."


jadi, semua orang di lapangan terbang ini sama ada sedang menuju, menunggu atau meninggalkan hal-hal atau mungkin orang-orang yang sama ada akan menyejukkan atau menghangatkan mata dan pandangan mereka.

"here is the cup and the drink dispenser is over here."
"emm, lemon tea finished? its written here."
"yes but will be refilled shortly."
"i'll wait for it then." 

empat ayat terakhir pada surah ke- dua puluh lima. 
semoga.

"to eat here or take away?"
"take away, thank you."