Friday, September 21, 2012

romantika ukhuwah Salman al-Farisi dan Abu Darda'

kisah 1 :


Suatu hari,Salman al-Farisi datang melawat ke rumah Abu Ad-Darda ' dan mendapati Um Ad-Darda' berpakaian dalam pakaian lusuh.beliau langsung bertanya mengapa dia berada dalam sedemikian.Dia menjawab,

"adikmu,Abu Ad-Darda' tidak berminat dengan kemewahan dunia."

sementara itu Abu Ad-Darda' datang dan menyediakan makanan untuk Salman al-Farisi.Salman al-Farisi meminta Abu Ad-Darda' makan bersama,tetapi Abu Ad-Darda' berkata,

"saya berpuasa."

Salman al-Farisi menjawab,

"saya tidak akan makan kecuali engkau makan".

akhirnya, mereka makan bersama-sama.apabila sebahagian daripada malam telah berlalu,Abu Ad-Darda' bangun untuk menunaikan solat malam,dibangunkannya Salman al-Farisi tetapi beliau memberitahunya untuk tidur dan Abu Ad-Darda' pun tidur.

tidak lama kemudian Abu Ad-Darda' bangun semula tetapi Salman al-Farisi sekali lagi memberitahu beliau untuk tidur.sehinggalah di waktu terakhir malam,Salman al-Farisi membangunkannya,dan kedua-duanya solat bersama.

malam itu Salman al-Farisi berpesan kepada Abu Ad-Darda',

"Allah mempunyai hak ke atasmu, jiwamu mempunyai hak atas kamu, dan keluargamu mempunyai hak ke atasmu, maka tunaikanlah hak-hak semua orang yang mempunyai hak ke atas kamu."

Abu Ad-Darda' datang bertemu Nabi SAW dan menceritakan kisah keseluruhannya. Rasulullah SAW bersabda,

"Salman al-Farisi telah bercakap benar."

(kisah 1,daripada kitab Sahih Bukhari.lihat di sini)

...

kisah 2 :


Di saat Salman Al-Farisi merasakan sudah layak baginya untuk menyempurnakan separuh daripada agama, dia sudah siap untuk melamar seorang gadis solehah dari kaum Ansar, yang selalu meniti di bibir para pemuda di Kota Madinah.

Memperolehi cinta wanita solehah itu ibarat membelai cinta para bidadari di Syurga. Wanita solehah itu telah menambat hatinya untuk menuntun karya-karya indah bak lakaran pelangi, penuh warna dan cinta.

Beliau menjemput sahabat karibnya, Abu Darda’ sebagai teman bicaranya ketika bertemu keluarga wanita solehah itu.

“Subhanallah.. Alhamdulillah”

Terpancul kata-kata dari mulut Abu Darda’, tanda ta’ajub dan syukur di atas niat suci temannya itu. Dia begitu teruja kerana dapat membantu temannya dalam hal baik sebegini.

Maka menujulah mereka ke rumah wanita solehah yang menjadi buah mulut para pemuda gagah perkasa di Kota Madinah.

“Saya adalah Abu Darda’ dan ini adalah saudara saya Salman al-Farisi. Allah Taala telah memuliakannya dengan Islam, dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya.

Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah s.a.w, hingga Rasulullah menyebut beliau sebagai sebahagian daripada ahli bait-nya.

Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar puteri kalian untuk dipersuntingnya”, berkata Abu Darda’ kepada keluarga wanita tersebut. Susunan bahasanya cukup berlapik dan indah.

“Menerima kalian berdua sebagai tetamu, sahabat Rasulullah yang mulia sudah menjadi penghormatan terbesar buat kami. Dan adalah kehormatan lebih besar bagi keluarga kami bermenantukan seorang sahabat Rasulullah S.A.W yang utama.

Akan tetapi hak untuk memberi kata putus tetap sepenuhnya berada di tangan anakanda puteri saya. Saya serahkan kepada puteri kami untuk memperhitungkannya” wali wanita solehah memberi isyarat ke arah hijab, di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

“Silakan tuan..” balas Abu Darda’.

Selepas beberapa minit berlalu, datanglah walinya memberi kata pemutus daripada sang puteri kesayangannya.

“Maafkan kami di atas apa yang saya akan katakan..”

“Kerana kalian tetamu terhormat kami, sahabat baginda s.a.w yang amat dicintainya. Kami hanya mengharap redha Allah bersama kita semua. Sebenarnya puteri saya telah menolak pinangan Salman.

Namun jika Abu Darda’ mempunyai hajat yang sama, puteri kami senang menerima pinangannya dengan penuh syukur” kata-kata wali wanita solehah itu tidak sedikit pun mengejutkan Salman al-Farisi malah menyambutnya dengan alunan tahmid yang tidak putus-putus.

“Allahu Akbar.. Maha Suci Allah telah memilih teman baik saya sebagai pengganti”dengan penuh rasa kebesaran Tuhan menyelinap roh cinta-Nya memenuhi jiwanya yang kerdil.

“Semua mahar dan nafkah yang telah ku persiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, teman baik ku dunia akhirat. Dan aku akan menjadi saksi pernikahan bersejarah kalian!” Air mata kasih dan syukur membening suasana redup di suatu petang itu.

(kisah 2,petikan daripada buku Jalan Cinta Para Pejuang - Salim A Fillah)

...




 “Yang saya maksudkan dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan rohani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekukuh-kukuh ikatan dan semulia-mulianya. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran. Kekuatan yang pertama adalah kekuatan kesatuan; tidak ada kesatuan tanpa cinta kasih; minima cinta kasih adalah kelapangan dada dan maksimanya adalah itsar (mementingkan orang lain dari diri sendiri).”
Imam Hasan Al-Banna. 


Thursday, September 20, 2012

ini Jalan Taqwa.

ini gambar.


Allah s.w.t telah menjanjikan pelbagai kegembiraan bagi orang2 yang bertaqwa,sebagai balasan atas kebaikan mereka.ini dia:

[satu] berita gembira tentang kemuliaan:
(iaitu) orang2 yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.bagi mereka berita gembira.- Yunus:63-64
[dua] bantuan dan pertolongan:
sesungguhnya Allah beserta orang2 yang bertaqwa.- al-Nahl :128
[tiga] ilmu dan hikmah:
jika kalian bertaqwa kepada Allah,niscaya Dia memberimu Furqan.- al-Anfal:29
[empat] penghapusan dosa dan pelipatgandaan pahala:
dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya dia menghapus kesalahan2nya dan melipatgandakan pahala baginya.- al-Thalaq:4
[lima] ampunan:
 dan bertaqwalah kepada Allah!sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.- al-Anfal:69
[enam] kemudahan dalam urusan:
 dan barang siapa bertaqwa kepada Allah,nescaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.- al-Thalaq:4
[tujuh] jalan keluar dari kesulitan:
barang siapa bertaqwa kepada Allah,nescaya Dia mengadakan baginya jalan keluar.- al-Thalaq:2
[lapan] rezeki yang luas:
dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.- al-Thalaq:3
[sembilan] keselamatan dari azab dan siksa:
kemudian Kami menyelamatkan orang2 yang bertaqwa.- Maryam:72
[sepuluh] kemenangan:
dan Allah menyelamatkan orang2 yang bertaqwa dengan kemenangan mereka.- al-Zumar:61
serta sesungguhnya orang2 yang bertaqwa mendapat kemenangan.- an-Naba':31
[sebelas] taufiq dan perlindungan:
akan tetapi,sesungguhnya kebaikan ialah orang yang beriman kepada Allah, Hari Akhir, para malaikat, kitab2 dan para nabi, memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak2 yatim, orang2 miskin, musafir(yang memerlukan pertolongan) dan para peminta-minta, (memerdekakan)hamba sahaya, mendirikan solat, dan menunaikan zakat, serta orang2 yang menepati janjinya apabila berjanji dan orang2 yang benar(imannya) dan mereka itulah orang2 yang bertaqwa.- al-Baqarah:177
[dua belas] pengakuan sebagai orang benar:
mereka itulah orang2 yang benar(imannya) dan mereka itulah orang2 yang bertaqwa.- al-Baqarah:177
[tiga belas] kemuliaan dan pemuliaan:
 sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa diantara kalian.- al-Hujerat:13
[empat belas] cinta tuhan:
sesungguhnya Allah mencintai orang2 yang bertaqwa.- Taubah:4
[lima belas] keberuntungan:
dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian beruntung.- al-Baqarah:189
[enam belas] tercapainya tujuan:
tetapi ketaqwaan dari kalianlah yang mencapai-Nya.- al-Hajj:37
[tujuh belas] pahala:
sesungguhnya barangsiapa bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak mensia-siakan pahala orang yang berbuat baik.- Yusuf:90
[lapan belas] diterima sedekahnya:
sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang2 yang bertaqwa.- al-Ma'idah:27
[sembilan belas] perasaan damai dan sentosa:
maka,sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.- al-Hajj:32
[duapuluh] sempurnanya ibadah:
 bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepadaNya.- ali Imran:102
[duapuluh satu] sorga:
sesungguhnya orang2 yang bertaqwa berada di taman2 dan mata2 air(syurga).- az-Dzariyat:15
[duapuluh dua] keselamatan dari bencana:
sesungguhnya orang2 yang bertaqwa berada dalam tempat yang aman.- al-Dukhan:51
[duapuluh tiga] kehormatan diantara seluruh makhluk:
padahal orang2 yang bertaqwa lebih mulia daripada mereka pada Hari Kiamat.- al-Baqarah:212
[duapuluh empat] rasa aman daripada hukuman:
maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan kebaikan,tidaklah ada kerisauan pada mereka dan tidak(pula) merka bersedih hati.- al-A'raf:35
[duapuluh lima] pasangan yang serasi:
sesungguhnya orang2 yang bertaqwa mendapat kemenangan,(iaitu) kebun2 dan buah anggur serta gadis2 yang sebaya.- an-Naba':31-33
[duapuluh enam] kedekatan kepada Allah, perjumpaan denganNya, kenikmatan memandangNya:
 sesungguhnya orang2 yang bertaqwa di taman2 dan sungai2, di tempat yang disenangi di sisi Yang Maha Berkuasa.- al-Qamar:54-55

*dipetik daripada buku "the Wisdom of Al-Harits Al-Muhaisibi ",Pustaka Islam Klasik.

...

"wau,bestnya Taqwa"

"err,tapi..Taqwa tu apa?"

"surau At-Taqwa dekat Giant Taman-U la.."

"bukanlah.Yayasan Taqwa kat KL tu.

"salah lagi.itu nama jalan sebelah Lebri Sultanah Zanariah UTM tu.."


(dalam bujuran merah).buka dalam Galaxy Tab baru utk paparan lebih besaq.
...

taqwa : menjaga dan memelihara diri dari segala sesuatu yang membawa kepada kemurkaan Allah SWT dengan melaksanakan segala perintahNya, di samping sentiasa berusaha menjauhkan diri dari laranganNya.(Hamka, tafsir Al-Azhar)

marilah bersama-sama mati di Jalan Taqwa jalan ketaqwaan.
amin ya robb!


Tuesday, September 18, 2012

book : a world without islam

what if Islam never existed?
to some,it's a comforting thought: no clash of civilizations, no holy wars, no terrorists.
but what if that weren't the case at all?



A World Without Islam takes us on an illuminating journey through history,geopolitics,and religion to investigate whether there is something unique in Islam and its followers that breeds violence and conflict.spanning the rise of Muhammad SAW to the collapse of the Ottoman Empire to the present day, the book examines and analyzes the roots of terrorism, the conflicts in Israel and Chechnya, and the role of Islam in supporting and energizing the anti-imperial struggle.A World Without Islam is certain to inspire debate and reshape the way we think about Islam's relationship with the West.

author : Graham E.Fuller.former vice chairman of the National Intelligence Council at the CIA.
genre : political science.


"Brilliant and erudite....One of the most stimulating books written on the Middle East in recent years."
Times of India


*terbeli di LCCT(13/8/12) untuk bacaan di udara.
out of 364 pages,baru terbaca 15%.haha.
(i'm really a slow reader..-_-)